Pawai Alegoris yang digelar Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Kebudayaan

Posted on 2019-08-20 12:19:51 | by : Raswan | 712 kali dibaca | Category: Berita Terkini


PAWAI ALEGORIS.

Padang (18/08), Minggu 18 Agustus 2019 berawal di Jalan Rasuna Said berlangsung Acara Pawai Alegoris yang digelar Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Kebudayaan. Warga masyarakat rela berjubel hingga ke pinggir jalan untuk menyaksikan pawai dalam rangka HUT RI yang ke 74 tahun ini di Kota Padang. Pawai yang diikuti berbagai kalangan ini berlangsung meriah, semua penampilan dari peserta yang mengikuti pawai alegoris ini, mampu membuat decak kagum penonton yang menyaksikan, salah satunya adalah saat menyaksikan pawai alegoris dari Inspektorat Daerah Provinsi Sumatera Barat dg Karikatur ASN dengan orang menggunakan kepala tikus tidak menerima GRATIFIKASI dan
Simbol sepatu HIGH HEELS yg begitu akrab dg KAUM PEREMPUAN yg bergaya glamor dan parlente style yg dpt mempengaruhi para suami dalam pekerjaannya, namun bukan berarti yang menjadi biang kerok korupsi adalah kaum perempuan dan yang korupsi adalah para laki-laki

Kenapa sepatu high heels (sepatu dg hak tinggi) karena sepatu yang begitu akrab dengan kaum perempuan itu menyampaikan pesan bahwa baik dan buruknya seorang lelaki, sukses atau tidaknya seorang lelaki ada perempuan dibelakangnya, dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah istri shaleha, bahwa dibelakang suami yang sukses ada istri hebat dibelakangnya, di panggung kehormatan ada Bapak Gubernur Irwan Prayitno dan Wakil Gubernur Bapak Nasrul Abit, Kepala OPD, beserta unsur forkopimda yang memberikan applause atas kreativitas para peserta pawai yang finish di Tugu Perdamaian Jl. Samudera Pantai Padang.

Dalam hal ini Bapak Mardi selaku Inspektur Provinsi Sumatera Barat mengatakan bahwa sebagai Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) bersama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Aparat Penegak Hukum (APH) bertekad mewujudkan aksi nyata perangi korupsi seperti :
1. Pengendalian gratifikasi;
2. Koordinasi supervisi pencegahan korupsi;
3. Pembangungan zona integritas menuju wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih melayani;
4. Klinik konsultasi; dan
5. Audit kinerja, reviu, evaluasi dan monev
Inspektorat Provinsi Sumatera Barat siap memberikan pelayanan secara jujur, bersih, transparan, akuntabel, bebas kolusi, korupsi dan nepotisme, sambung Inspektur.